Pantaskah kau masih ku perjuangkan ? 😂
Berdiam dan menunggu adalah salah satu bagian dari perjuangan. Menunggu . Itulah yang selalu kulakukan saat ini. Sebuah perasaan yang entah mengapa aku ingin melakukannya meskipun sakit. Aku tau kenyataan yg harus kuterima bahwa kau tak kan selalu disisiku, kau takkan selalu peduli padaku, bahkan kau mengabaikanku. Dengan sikapmu yg seperti itu mengapa aku masih saja memperjuangkanmu? Jangan tanyakan aku soal itu, aku sendiripun tak tahu mengapa aku masih memperjuangkanmu.
Kau tak memberi kabar melalui sms atau telfon, itu membuatku rindu. Jika setiap hari rindu ini terus bertumpuk, akan jadi apa? Semua rinduku hanya ku pendam, sampai berakhir dengan hujan kecil pada pelupuk mata. Apakah kau tahu tentang hal itu? Tentu tidak. Kau tak memedulikanku sedalam aku memedulikanmu. Kau tak merindukanku sedalam aku merindukanmu. Bahkan mungkin kau tak mencintaiku sedalam cinta yang kupunya padamu. Apakah aku bodoh ? Mungkin. Dengan kebodohan seperti ini tak tau kenapa aku masih memperjuangkan “kita”.
Bodohkah aku jika aku menunggumu berubah seperti dulu ? Seperti saat kita masih melakukan proses pendekatan. Itu sangat indah sekali. Bodohkah aku jika aku masih memedulikanmu, meskipun kau sangat jelas mengabaikanku ? Bodohkah aku jika aku masih merindukanmu, meskipun kau tak pernah tau ?
Ya. Aku memang pantas kau anggap bodoh. Jika ada kebodohan yang ku syukuri, itu adalah kebodohanku mencintaimu.
Dimana kamu saat aku inginkan disini ? Kemana kah kamu disaat aku sedang memperjuangkan orang yang kuharapkan bisa memberiku bahagia ? Seringkali ku maafkan kesalahanmu, seringkali kumaafkan ketidak hadiranmu, aku tetap menampakkan senyum terbaikku padamu walaupun sebenarnya aku ingin menangis.
Aku mulai lelah . Lelah menunggumu , lelah mempertahankanmu. Bisakah kau mulai melihat perjuanganku dan mengabaikan semuanya ? Bisakah kau melihat kepedulianku? Sekali saja. Agar aku mendapatkan cahaya harapan untuk terus menunggu dan memperjuangkanmu. Ini semua perjuanganku untuk mempertahankanmu, mempertahankan "kita", apakah itu tak cukup untuk melunturkan ketidakpekaanmu, ketidakpedulianmu ? Hingga aku mulai berada pada titik jenuh memperjuangkanmu, kau masih saja mengabaikannya, pantaskah kau masih ku perjuangkan ? 😁 Tapi yang pasti senyumin ajh siih 😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar